Minggu, 15 Februari 2015

Semut dan Negara Kita

Semut dan Negara Kita


Binatang yang diciptakan Alloh selalu memiliki kelebihan masing-masing, sesuai dengan fungsi atau kebutuhan yang mereka miliki baik binatang yang kecil maupun binatang besar. Alloh juaga memrintahkan kepada kita untuk mengambil pelajaran dari apa yang telah Alloh ciptakan baik itu dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan-hewan yang kecil sekalipun, oleh karena itu jangan pernah kita meremehkan apa yang telah Alloh ciptakan. Seperti hewan kecil yang biasa kita sebut namanya “semut”.
 Dia hewan kecil yang terkadang kita remehkan, kita selalu menganggap bahwa semut ini sangatlah mengganggu dan menjengkelkan, padahal dibalik sifat semut yang selalu kita pandang sedemikian rupa, kita. Jika kita amati seksama, banyak akhlak semut yang dapat kita contoh, apalagi kita sebagai seorang muslim seharusnya kita bisa bersikap lebih baik dibandingkan dengan makhluk Alloh lainnya, karena Alloh telah member kita akal dan agama islam yang begitu indah. Dan kita sebagai rakyat Indonesia, seharusnya kita juga bisa menjadi rakyat yang baik dan berbudi luhur.
Banyak akhlak-akhlak semut yang bisa kita teladani. Pertama kerjasama antar semut. Kita perhatikan, semut hewan sekecil itu, sangatlah mengerti apa itu kerjasama dan selalu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika salah satu semut mengangkat makanan yang berat, maka semut yang lain ikut juga membantu, tanpa di mintai tolong, semut yang lain langsung ikut membantu., meski makanan tersebut ukurannya 10x lebih besar dari mereka, tapi dengan kerjasama dan kekompakan yang baik mereka mengangkat makanan tersebut menuju sarang mereka.
 Kerjasama dan tolong menolong dalam kebaikan inilah yang kita butuhkan di Indonesia sekarang, yang sesuai di dalam Al-Qur’an,
 وتعاونوا على البر و التقوى ولا تعاونوا على اللإثم والعدوان  
Artinya: “Tolong menologlah dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam keji dan mungkar”.
Dalil inilah dasar kita untuk saling tolong menolong antar sesama muslim dan terutama rakyat Indonesia.
Sifat semut yang kedua yaitu ukhuwah yang terjalin diantara semut satu dengan semut yang lainnya. Kita perhatikan lagi, semut yang selalu berjalan berbaris dan jika mereka saling bertemu, seolah-olah mereka mengucapkan salam dan berjabat tangan satu dengan yang lainnya. Dari sifat ini kta bias mengambil kesimpulan, bahwa semut saja melakukan hal yang begitu mulia, seharusnya kita merasa malu bila kita sebagai seorang muslim jika bertemu dengan muslim yang lain tidak saling sapa, bahkan acuh tak acuh. Negara ini juga akan lebih terasa damai jika antara pemerintah juga rakyat itu saling sapa dengan salam dan perhatian satu sama lain. Sehingga terjadi hubungan yang baik, dan Negara ini akan menjadi Negara yang damai dan makmur.

Lalu akhlak semut yang ketiga yaitu semut yang tidak pernah malu dengan profesinya, selalu menerima apa yang mereka dapat, dan membaginya bersama dengan teman-temannya. Semut juaga selalu pilih-pilih dalam mencari makan, semut mencari makan yang jika mereka memakannya tidak akan membahayakan diri mereka sendiri. Tapi coba kita lihat Negara kita, yang rakyatnya masih belum menemukan kebahagiaan di dunia mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, banyak orang diantara kita yang terkadang merasa malu dengan pekerjaan kita, sehingga kita selalu berusaha untuk melakukan segala cara agar kita dianggap sebagai orang yang tinggi dan berwibawa dihadapan masyarakat, dengan besar kepala kita tunjukkan kemewahan yang kita miliki, dan banyak para pejabat atau masyarakat yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang yang disegani, yaitu berlomba-lomba agar terpilih menjadi seorang DPR , seorang presiden dan lain-lain, mereka tidak tahu bahwa jika mereka terpilih menjadi para pembesar dinegeri ini maka mereka akan mendapatkan tanggung jawab yang besar di akhirat nanti, bahkan mereka malah merasa gembira dengan jabatan yang mereka dapatkan. Tapi banyak diantara mereka yang tidak bias menahan hawa nafsu mereka, sehingga mereka tergiur dengan apa yang mereka peroleh, dan mereka tidak akan pernah merasa puas, sehingga tanpa mereka sadari mereka telah melakukan perbuatan syetan yaitu KKN(korupsi, kolusi, dan nepotisme) didalam kepemerintahan mereka.
Lalu sekarang juga banyak para pembesar, remaja bahkan anak kecil yang mengkonsumsi Narkotika, banyak kasus yang diberitakan dimedia masa tentang kasus tersebut, seharusnya kita bisa mengintropeksi diri kita sendiri, apa yang sudah kita makan seharian ini, apakah makanan dan minuman yang halal atau tidak. Kita sebagai seorang muslim pastinya sudah tahu bahwa Alloh telah menyebutkan didalam Al-Qur’an tentang makanan dan minuman yang diharamkan, dan hal tersebu juga telah diperjelas di berbagai hadits. Kita sudah diberi akal pengetahuan yang luas, tapi mengapa kita tetap saja melanggar perintah Alloh. Alloh tidak mungkin melarang kita melakukan suatu hal tanpa ada alasannya. Semut saja dalam mencari makanan mereka tidak pernah memakan makanan yang bisa membahayakan diri mereka dan teman mereka.
Bahkan disaat ada semut satu mendapat makanan, dia akan mengabari tema-temanny dan memakan makanan itu bersama-sama, tanpa ada rasa pelit atau tidak ikhlas, seolah-olah mereka itu benar-benar dalam satu keluarga yang harmonis. Jika kita terapkan hal ini didalam system kepemerintahan Negara kita, yaitu antara rakyat dan para pembesar dalam pemerintahan dengan cara saling berbagi dalam suka maupun duka, maka akan terjalin rasa kekeluargaan yang baik dan tidak akan tercipta deskriminasi antara si kaya dan si miskim. Tapi terkadang kita merasa iri jika ada tetangga kita mendapatkan suatu kebahagiaan, itu adalah hal yang seharusnya kita jauhi, kita sebagai tetangga yang baik jika terjadi hal semacam itu maka kita seharusnya mengucapkan selamat dan turut berbahagia dengan hal itu, begitupun sebaliknya.
Jadi kita sebagai rakyat Indonesia yang memiliki agama Islam terbesar, seharusnya bisa menjadi rakyat yang memiliki akhlak yang mulia. Tidak hanya rakyat saja, tetapi para pemerintah yang memerintah di Negara kita ini, yang latar belakang mereka adalah kebanyakan seorang muslim. Seharusnya para pemerintah lebih bisa menjaga akhlak mereka, karena mereka adalah pemimpin yang menjadi pemimpin rakyat serta tauladan mereka. Jika pemerintahannya kocar kacir, apalagi rakyat yang mereka pimpin, mungkin lebih tidak karuan lagi.

Paling tidak, kita sebagai rakyat Indonesia serta pemerintah bisa mencontoh akhlak semut yang bisa menjadikan Negara kita menjadi Negara Indonesia yang lebih baik. Diantara akhlak semut yang bisa kita contoh yaitu, gotong royong, rasa ukhuwah Islamiyah yang baik, saling menjaga tali silaturrahim, yang tidak pernah malu dengan profesinya, selalu menerima apa yang mereka dapat, dan membaginya bersama dengan teman-temannya. Dengan meneladani sikap semut tersebut maka Insya Alloh akan menjadikan Negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofuur.




Nyala Inspirasi untuk Negeri. Beri link hidup yang mengarah kewww.nurulhayat.org/partisipasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar