Semut dan Negara Kita
Binatang
yang diciptakan Alloh selalu memiliki kelebihan masing-masing, sesuai dengan
fungsi atau kebutuhan yang mereka miliki baik binatang yang kecil maupun
binatang besar. Alloh juaga memrintahkan kepada kita untuk mengambil pelajaran
dari apa yang telah Alloh ciptakan baik itu dari tumbuh-tumbuhan maupun
hewan-hewan yang kecil sekalipun, oleh karena itu jangan pernah kita meremehkan
apa yang telah Alloh ciptakan. Seperti hewan kecil yang biasa kita sebut
namanya “semut”.
Dia hewan kecil yang terkadang kita remehkan,
kita selalu menganggap bahwa semut ini sangatlah mengganggu dan menjengkelkan,
padahal dibalik sifat semut yang selalu kita pandang sedemikian rupa, kita.
Jika kita amati seksama, banyak akhlak semut yang dapat kita contoh, apalagi
kita sebagai seorang muslim seharusnya kita bisa bersikap lebih baik
dibandingkan dengan makhluk Alloh lainnya, karena Alloh telah member kita akal
dan agama islam yang begitu indah. Dan kita sebagai rakyat Indonesia,
seharusnya kita juga bisa menjadi rakyat yang baik dan berbudi luhur.
Banyak akhlak-akhlak semut yang bisa kita teladani.
Pertama kerjasama antar semut. Kita perhatikan, semut hewan sekecil itu,
sangatlah mengerti apa itu kerjasama dan selalu menerapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Ketika salah satu semut mengangkat makanan yang berat, maka semut
yang lain ikut juga membantu, tanpa di mintai tolong, semut yang lain langsung
ikut membantu., meski makanan tersebut ukurannya 10x lebih besar dari mereka,
tapi dengan kerjasama dan kekompakan yang baik mereka mengangkat makanan
tersebut menuju sarang mereka.
Kerjasama dan
tolong menolong dalam kebaikan inilah yang kita butuhkan di Indonesia sekarang,
yang sesuai di dalam Al-Qur’an,
وتعاونوا على البر و التقوى ولا تعاونوا على
اللإثم والعدوان
Artinya: “Tolong menologlah dalam
kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam keji dan mungkar”.
Dalil inilah dasar kita untuk
saling tolong menolong antar sesama muslim dan terutama rakyat Indonesia.
Sifat semut yang kedua yaitu
ukhuwah yang terjalin diantara semut satu dengan semut yang lainnya. Kita
perhatikan lagi, semut yang selalu berjalan berbaris dan jika mereka saling
bertemu, seolah-olah mereka mengucapkan salam dan berjabat tangan satu dengan
yang lainnya. Dari sifat ini kta bias mengambil kesimpulan, bahwa semut saja
melakukan hal yang begitu mulia, seharusnya kita merasa malu bila kita sebagai
seorang muslim jika bertemu dengan muslim yang lain tidak saling sapa, bahkan
acuh tak acuh. Negara ini juga akan lebih terasa damai jika antara pemerintah
juga rakyat itu saling sapa dengan salam dan perhatian satu sama lain. Sehingga
terjadi hubungan yang baik, dan Negara ini akan menjadi Negara yang damai dan
makmur.